
Percepatan Penurunan Stunting dengan Inovasi Gema Ina Parenting
Pola asuh berarti bentuk, tata cara. Sedangkan asuh berarti merawat, menjaga, mendidik. Sehingga pola asuh berarti bentuk atau sistem dalam merawat, menjaga dan mendidik anak. Pola asuh ibu merupakan perilaku ibu dalam mengasuh balita mereka. Perilaku sendiri berdasarkan Notoatmodjo (2005) dipengaruhi oleh sikap dan pengetahuan. Pengetahuan yang baik akan menciptakan sikap yang baik, yang selanjutnya apabila sikap tersebut dinilai sesuai,maka akan muncul perilaku yang baik pula. Ibu dengan pola asuh yang baik akan cenderung memiliki anak dengan status gizi yang baik pula, begitu juga sebaliknya, ibu dengan pola asuh gizi yang kurang cenderung memiliki anak dengan status gizi yang kurang pula (Virdani, 2012). Tipe pola asuh orang tua menurut Diana Baumrind (1971) mengatakan bahwa ada empat jenis pola asuh yaitu pola asuh otoriter, pola asuh demokratis, pola asuh permisif, dan pola asuh lalai (Samtrock, 2011). Pola asuh pemberian makanan oleh orang tua mempunyai hubungan yang signifikan terhadap status gizi balita. Semakin baik pola asuh yang diberikan maka semakin baik status gizi balita dan sebaliknya apabila ibu memberikan pola asuh yang kurang baik dalam pemberian makanan pada balita maka status gizi balita juga akan terganggu. Hasil penelitian ini juga dengan hasil analisis univariat menurut Renyoet, Brigitte Sarah, dkk (2013), dengan menggunakan uji Chi-Square diperoleh hasil yang menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara perhatian/dukungan ibu terhadap anak dalam praktek pemberian makanan, persiapan dan penyimpanan dengan pertumbuhan panjang badan anak dan kejadian stunting. Maka dapat dikatakan ibu yang memberikan perhatian dan dukungan terhadap anak dalam hal ini akan memberikan dampak positif pada keadaan status gizi anak.Bertolak dari pemikiran di atas, maka kebijakan orang tua asuh bagi balita stunting menjadi strategi khusus yang di terapkan di Maluku Tengah dalam upaya percepatan openuruna stunting. Diharapkan setiap balita stunting mendapatkan pengawalan dalam upaya intervensi gizi terhadap balita stunting, sehingga dengan demikian percepatan penuruna stunting dapat diwujudkan di Kabupaten Maluku Tengah.
